Pages

Merubah Sepeda menjadi Hibrid Listrik

Berikut adalah pengalaman merubah sepeda menjadi Sepeda Hibrid Listrik yang dikutip dari Blog: Merakit Sepeda Listrik.

Bertekad untuk merubah sepeda tua umur 18 th yang jarang digunakan menjadi sepeda listrik, setelah mencari brush less dc motor di Glodok  dan seantero situs untuk penjualan brushless DC hasilnya nihil, ternyata susah juga mendapat kan nya, tanya sana sini sama tukang dinamo juga pada gak paham :( , coba mencari di situs  dapat di alibaba.com, ngeri juga :)  kemudian dapat di salah satu situs www.sepeda-listrik.co.cc,  langsung telphone ke yang punya situs ternyat lokasi di Bandung, setelah ngobrol sedikit tanya - tanya tentang kondisi bisa dipasang gak di federal, mas Dido bilang bisa tapi fork belakang rada di lebarkan sedikit, (federal fork belakang hanya 15 cm), pesan untuk hub motor belakang 500 watt. dan ukuran roda di rubah dari Uk 24 Inch menjadi 26 inch. Jumat pesan hari selasa datang  dan siap buat merakit. hasil rakitan dan test uji coba dapat di ikutin di posting label "Project Sepeda Listrik"

Walaupun banyak sepeda yang sudah jadi tinggal pakai, merakit sepeda sendiri mempunyai kepuasan tersendiri, demikian pula dengan sepeda listrik, banyak dijual sepeda listrik yang telah siap pakai beberapa situs sepeda listrik yang siap pakai dapat dilihat di :
  1. betrix.co.id
  2. Xelimo.com
Tetapi, inginkah anda merubah sepeda kesayangan anda saat ini menjadi sepeda listrik?

Bagi pengguna sepeda biasa tanpa tenaga listrik mungkin masih ragu atas penggunaan sepeda listrik, disini kami mencoba mengulas dan memberi pandangan mengenai plus minus dari sepeda listrik, dari perakitan dan pemilihan dinamo dan juga beberapa hasil test yang kami lakukan.

Di beberapa situs penjual sepeda listrik anda akan menemukan banyak varian sepeda, dari yang berbentuk mirip sepeda motor dan ada yang berbentuk sepeda,  dari beberapa hasil browse mengenai sepeda listrik di Indonesia umumnya bentuk sepeda listrik masih  sangat sederhana, mungkin anda tidak dapat menggunakan sepeda anda untuk berolah raga lagi, karena sepeda listrik anda tidak flexible lagi.

Komponen sepeda listrik

Pada dasar nya sepeda listrik mempuyai  komponen
  • Battery menggunakan jenis lead acid (battery kering) yang dihubungkan secara seri battery 12V
  • Dinamo jenis Brushless DC Motor (BLDC) di jual dari 200 watt sampai 1200 watt, semakin besar watt nya semakin besar torsi dinamo
  • Pengatur dinamo dan batery monitor 
Posisi Penempatan Battery


Merakit sepeda biasa menjadi sepeda listrik adalah hal yang mudah, tinggal beli kit nya dan rakit selesai sudah, tetapi membuat sepeda listrik yang handal dalam arti setimbang dan dapat dipakai untuk jalan raya dan cross country gampang - gampang susah.

Kelemahan utama di sepeda listrik adalah battery yang berat, apalagi untuk battery 36 volt berarti ada 3 unit battery yang masing - masing 12 volt.  battery lead acid memang relatif murah tetapi mempunyai kelemahan di berat dan besar.   Beberapa berita mengenai sepeda listrik yang dikembangkan di Jepang dan Eropah mempunyai kelebihan battery yang ringan dan kecil lain dengan battery dan dinamo buatan China.

Pada kit sepeda listrik umumnya telah disiapkan dudukan yang terletak di belakang sadel, dan jika penggerak dinamo berada dibelakang dan battery juga berada dibelakang berarti center berat berubah ke belakang, dan ini sangat tidak nyaman dan berbahaya pada saat berkendara, kelemahan ini umumnya tidak di expose oleh situs - situs e-bike 

Guna mendapatkan titik center yang baik, sebaiknya dinamo diletakan sedapat mungkin dekat dengan center pedal, jika terlalu atas akan mengakibatkan hilang keseimbangan, dan jika di tempat kan terlalu bawah, battery akan mengganggu posisi kaki pada saat mengayuh.

Posisi battery menggantung di uptube cukup baik, berada ditengah dari sepeda dan tidak mengganggu kaki pada saat mengayuh.  pastikan battery duduk pada posisi yang kokoh dan di ikat dengan braket minimum 2 titik di uptube dan 1 titik di seat tube.

Sepeda dengan full suspension seperti sepeda listrik keluaran porsche sangat lah ideal, tetapi ingat kondisi battery yang besar kan sulit mendapat kan tempat yang baik untuk sepeda yang full suspension.

Perbandingan Batere

Battere pada sepeda listrik adalah komponen yang sangat dominan dalam menjaga laju nya sepeda, battery yang baru di charge dalam kondisi penuh akan sangat mempengaruhi lari nya sepeda, sepeda terasa ringan dan bertenaga,  sensor pedal akan teraktivasi secara cepat dan sepeda dapat berlari secara cepat.  Sebaliknya jika power di battery kurang atau lampu di indikator telah menunjukan
seperempat atau hanya satu lampu yang hidup, dinamo akan hidup mati, pengendara akan merasakan sentakan yang hidup mati pada penggerak roda.

Walaupun dalam buku panduan, battery hanya dapat bertahan 1 jam atau 55 kilometers,  tetapi pada hasil test yang telah kami lakukan battery dapat bertahan selama dua jam lebih.
Battery yang baik akan menyimpan lebih lama dan menghidupkan dinamo lebih kuat.


Data Perbandingan Battery yang diambil dari Golden Motor


C-LiFePO4
LiCoO2
LiMn2O4
Li(NiCo)O2
SAFETY AND ENVIRONMENTAL CONCERN
Excellent,
Best among all existing batteries
Not stable every dangerous
Acceptable
Not stable very dangerous
CYCLE LIFE
Excellent
Best among all the listed groups
Acceptable
Unacceptable
Acceptable
POWER WEIGHT DENSITY
Acceptable
Good
Acceptable
Best
LONG TERM COST
Excellent Most economic
High
Acceptable
High
WORKING TEMP.
Excellent -45C�C70C
Decayed beyond -20C �C 55C
Decayed extremely fast over 50C
Decayed extremely fast over -20C �C 55C
REMARK
1.      Although, Lead Acid battery is lower in cost and safety acceptable; however, with extremely toxic, worse for the environmental concern, short cycle life, heavy in weight, therefore, we don't put it as a group for comparison.
2.      Nickel Hydride battery has a characteristic of low Power Weight Density, decayed faster under the high temperature, worse in memory effect, not suitable for high output usage.
3.      The C-coated Lithium Iron Phosphate Battery has been proven as the most environmental friendly battery. It is the safest and most suitable for high output usage. It is also the best for storage battery usage.



Innovation in Li-ion Battery 

LiFePO4 Power Battery: Faster charging and safer performance

It is clear that the small capacity Li-ion (polymer) Battery containing lithium cobalt oxide (LiCoO2) offers a genuinely viable option for electronics and digital applications. However, lithium cobalt oxide (LiCoO2) is very expensive and un-safe for large capacity Li-ion Battery. Recently lithium iron phosphate (LiFePO4) has been becoming "best-choice" materials in commercial Li-ion (polymer) Batteries for large capacity and high power applications, such as lap-top, power tools, e-wheel chair, e-bike, e-car and e-bus. A LiFePO4 battery has hybrid characters: as safe as lead-acid battery and as powerful as lithium ion cells. The advantages of large format Li-ion (polymer) batteries containing lithium iron phosphate (LiFePO4) are listed as below:
1. Fast charging: During charging process, a conventional Li-ion Battery containing lithium cobalt oxide (LiCoO2) needs two steps to be fully charged: step 1 is using constant current (CC) to get 60% State of Charge (SOC); step 2 takes place when charge voltage reaches 4.2V, upper limit of charging voltage, turning from CC to constant voltage (CV) while the charging current is taping down. The step 1 (60%SOC) needs two hours and the step 2 (40%SOC) needs another two hours. LiFePO4 battery can be charged by only one step of CC to reach 95%SOC or be charged by CC+CV to get 100%SOC. The total charging time will be two hours.
battery is similar to lead-acid battery.

 

2. Large overcharge tolerance and safer performance: A LiCoO2 battery has a very narrow overcharge tolerance, about 0.1V over 4.2V of charging voltage plateau and upper limit of charge voltage. Continuous charging over 4.3V would either damage the battery performance, such as cycle life, or result in firing and explosion. A LiFePO4 battery has a much wider overcharge tolerance of about 0.7V from its charging voltage plateau 3.4V. Exothermic heat of chemical reaction with electrolyte measured by DSC after overcharge is only 90J/g for LiFePO4 verse 1600J/g for LiCoO2 . The more is the exothermic heat, the larger energy heating up the battery in its abusive condition, the more chance toward firing and explosion. A LiFePO4 battery would be overcharged upto 30V without portection circuit board. It is suitable for large capacity and high power applications. From viewpoint of large overcharge tolerance and safety performance, a LiFePOcells in a battery pack in series connection would balance each other during charging process, due to large overcharge tolerance. This self balance character can allow 10% difference between cells for both voltage  and capacity inconsistency.


     
3. Self balance, Alike lead-acid battery, a number of LiFePO4 

4. Simplifying battery management system (BMS) and battery charger: Large overcharge tolerance and self-balance character of LiFePO4 battery would simplify battery protection and balance circuit boards, lowering their cost. One step charging process would allow to use simpler conventional power supplier to charge LiFePO4 battery instead to use a expensive professional Li-ion battery charger.
  
5. Longer cycle life: In comparison with LiCoO2 battery which has a cycle life of 400 cycles, LiFePO4 battery extends its cycle life up to 2000 cycles.
 
6. High temperature performance: It is detrimental to have a LiCoO2 battery working at elevated temperature, such as 60C.. However, a LiFePO4 battery runs better at elevated temperature, offering 10% more capacity, due to higher lithium ionic conductivity.

Sensor Pedal Listrik

Sensor pedal adalah salah satu alat untuk menghidupkan dinamo, diletakan di as crank shaft, berbentuk lingkaran magnet.  Sensor pedal ini berfungsi menghidupkan dinamo pada saat sepeda di gowes dan dinamo akan hidup dan membantu pada saat menggowes.

Walaupun bobot sepeda listrik relatif berat +/- 38 Kg namun pada saat dinamo hidup sepeda ini sangat ringan sekali, dan setiap gowesan akan terasa bertenaga dan ringan. bahkan sering kelupaan bahwa sepeda ini berat dan pada saat jalan tak rata terasa benturan yang mengingatkan akan bobot sepeda ini.

Sensor pedal membuat kita seolah - olah mempunyai tenaga super, sensor menyesuaikan dengan irama gowes dan membuat acara bersepeda  menjadi sangat menyenangkan.  pada jalan tidak rata yang pernah kami test di trotoar jalan yang tidak rata, naik turun dan rintangan, sepeda ini cukup setimbang dan baik.  sensor akan berkerja membantu setiap gowesan, hanya hati - hati pada jalan yang mempunyai karakter berliku, lobang dan tanjakan, karena pada saat kita sedang sprint dan sensor mulai hidup, kita harus segera memutuskan arus listrik karena bertemu jalan tak rata / polisi tidur dan sensor harus segera menghidupkan dinamo kembali untuk menghadapi tanjakan.   Dorongan dinamo menggunakan sensor pedal akan terasa pada beberapa detik setelah pedal berputar dan ada jeda hidup.  dengan adanya jeda ini sebaiknya anda kenali medan yang akan anda tempuh, jika medan jalan berkelak - kelok dan banyak rintangan lobang kami sarankan menggunakan tenaga twist gas saja lebih aman, dan tanjakan sebaiknya rubah gear sepeda anda ke posisi yang rendah dan gunakan tenaga sensor pedal, jika anda gunakan twist gas akan berat untuk tanjakan yang tajam.

Selamat Mencoba..

Dinamo Motor pada Sepeda Listrik

Beberapa hub brushless motor dapat di temukan di China dimana terkenal tempat nya sepeda listrik, bentuk buatan China lebih besar dan berat, harga relatif lebih murah dibandingkan dengan buatan Eropah. beberapa hub motor DC buatan china dapat dilihat dari beberapa situs.

Beberapa sepeda listrik di Eropah telah dikembangkan dengan baik dengan model yang lebih futuristik, coba lihat sepeda listrik dengan hub motor yang dikembangkan oleh E-Solex Perancis 



Sedangkan tak kalah ciamik nya sepeda listrik dari Inggris The A2B Metro mengembangkan type sepeda listrik yang futuristik

Selain hub motor, sepeda listrik dapat menggunakan brushless motor lain seperti di salah satu sepeda listrik cyclone di Taiwan.

Perhatikan dimana dinamo / brushless DC motor diletakan di braket down tube dan dihubungkan ke crank shaft dengan tambahan rantai (chains), kelebihan dari jenis ini dibanding kan dengan dinamo hub buatan china yakni lebih ringan dan center berat berada ditengah, sehingga sepeda relatif lebih seimbang. 

Beberapa type penempatan brushless DC motor : 


Ditempatkan diantara roda dan crank:

Eric Peltzer merakit sepeda listriknya dengan cara yang berbeda, dapat dilihat di photo dibawah ini:


Bermacam - macam penempatan brushless DC motor di sepeda, anda dapat mengembangkan dan membeli brushless DC motor dari China, Taiwan atau Eropah yang harga nya selangit tetapi mempunyai banyak kelebihan. disini kami coba merakit sepeda listrik dengan hub motor buatan China, harga nya relatif murah tapi yang gak tahan berat battery nya

Motor Listrik

Motor Listrik untuk Sepeda
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.

Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).

Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.

Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU.

Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.

Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.

Prinsip kerja motor listrik

Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.

Sumber: Wikipedia

Sepeda


Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.

Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa pedal tongkat itu (tatocipede) bisa bergerak tapi bagaimana? Rick Boneshaker akan menjawabnya. Katanya "Oh,ini jawabannya. Dua orang harus memutar engkol di sisi kanan dan kiri sepeda "primitif" tersebut dengan pedoman kecepatan mendekati 109 km/jam. Setelah itu, tatocipede akan bergerak sesuai kecepatan engkol berputar dengan urutan sebagai berikut: kiri,kanan,berputar,atas,depan,bawah,belakang,barat laut. Tidak sulit kan?"

Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.

Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan pedal khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).

Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.

Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).

Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Jenis-jenis sepeda

Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.
  • Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
  • Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
  • Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
  • Sepeda kota (citybike) adalah sepeda yang biasa dipakai di perkotaan dengan kondisi jalan yang baik. Sepeda jenis sangat menekankan aspek funsional. Biasanya memiliki sebuah boncengan dan keranjang.
  • Sepeda jenis citybike dengan boncengan dan keranjang
  • Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
  • Sepeda angkut atau sepeda yang berdesain klasik (tua) termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos dan sepeda ontel yang memiliki besi kuat dan diameter roda yang besar mampu untuk keperluan berboncengan dan membawa barang.
  • Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah
  • Sepeda Balap - Sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
  • Sepeda Motor - bertenaga mesin dengan mengunakan bahan bakar berjenis bensin sebagai sumber daya utamanya. Dengan semakin berkembangnya teknlogi pada industri kendaraan roda dua.

Kelemahan Sepeda Motor Listrik


Dalam mengulas suatu produk, apapun itu, kita harus jujur. Tidak boleh selalu mengedepankan kelebihan, apalagi melebih-lebihkan. Kekurangan juga harus diungkap secara jujur agar tidak ada pihak-pihak yang dikecewakan di kemudian hari. Saya yakin artikel ini tidak menyurutkan minat berbagai pihak terhadap sepeda motor listrik, justru artikel ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat yang umumnya masih awam terhadap keberadaan sepeda motor listrik. Sehingga masyarakat makin mengenal dan akrab dengan sepeda motor listrik.

Tanpa basa-basi lagi berikut saya ulas beberapa kelemahan sepeda motor listrik (kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi) :

1. Usia Aki/Batere yang terbatas (± 2 tahun)

Aki atau batere merupakan komponen vital (selain dinamo) bagi sepeda motor listrik. Bisa dibilang aki merupakan jantung dan paru-paru bagi sepeda motor listrik. Tanpanya, sepeda motor listrik Anda hanyalah pajangan. Satu hal yang jarang diinformasikan oleh produsen molis adalah usia pakai (life time) aki dan berapa harga aki baru. Karena yang (mungkin) dikhawatirkan oleh produsen jika informasi ini diberi tahu ke calon konsumen akan menyurutkan minat untuk membeli sepeda motor listrik. Usia pakai dan harga aki untuk masing-masing merk sepeda listrik berbeda-beda, namun umumnya usia pakai tidak jauh dari 2 tahun, dan harga aki kurang lebih 1 juta rupiah. Jadi bagi Anda yang sekarang berminat membeli motor listrik, saya sarankan untuk :
  1. Mulai menabung untuk mengganti aki sepeda motor listrik anda 2 tahun mendatang. Rp. 50.000/bulan (Rp.1.200.000/2 tahun) saya rasa cukup.
  2. Sebelum membeli sepeda motor listrik tanyakan kepada produsen barapa usia pakai aki dan berapa harga penggantinya. Untuk antisipasi penggantian
Juga tidak menutup kemungkinan di kemudian hari hadir aki dengan teknologi yang lebih maju dengan usia pakai yang lebih panjang.

2. Kecepatan Maksimal yang Rendah (± 40 km/jam)

Di jalan raya, tidak dipungkiri kecepatan memegang hal penting. Terlalu pelan kadang mengesalkan, apalagi di jalan raya yang padat pengendara dan sesak dengan polusi. Rasa-rasanya ingin cepat sampai rumah dan tidak sabar dengan kecepatan 40 km/jam. Kecepatan yang saya maksudkan bukan dimaksudkan untuk ngebut-ngebutan, tapi untuk mendahului kendaraan lain yang kecepatannya lebih rendah dari kita (terutama kendaraan-kendaran besar yang sangat tidak nyaman berkendara di belakangnya). Berdasarkan pengalaman pribadi, saya ragu untuk mendahului trailer dengan kecepatan  ±35 km/jam, sedangkan kecepatan maksimal sepeda motor listrik saya cuma 40 km/jam (apalagi dengan akselerasi yang halus), kejadian seperti ini yang menjadi dilema. Jika harus membuntuti dari belakang paru-paru kotor, muka hitam, nafas sesak. Jika harus menyusul … sangat membahayakan, perlu ekstra hati-hati dan perhitungan. Well, kejadian seperti itu memang jarang terjadi, namun perlu diantisipasi sebelumnya agar tidak kecewa setelah membeli sepeda motor listrik dan menghadapi kejadian yang tidak mengenakkan di jalan raya. Satu lagi, dengan kecepatan rendah kita dipaksa berada di jalur kiri, yang terkadang jalan di jalur kiri lebih rusak daripada jalan yang ada di jalur kanan. Semoga molis-molis dengan kecepatan maksimal yang lebih tinggi bisa cepat hadir di Indonesia. 

3. Daya Tempuh Yang Terbatas (± 60 km)

Biasanya kemampuan daya tempuh adalah salah satu hal yang menjadi pertanyaan bagi sepeda motor listrik. Memang kemampuan daya tempuh saat full charge (atau full tank pada motor bensin) tidak mampu menyamai sepeda motor bensin yang sekali pengisian bisa mencapai ratusan kilometer. Terlebih lagi, untuk mengisi batere tidak cukup hanya beberapa menit seperti ketika kita mengisi BBM. Jadi jelas sepeda motor listrik bukan untuk alat transportasi jarak jauh, belum saatnya. Saya pribadi riskan jika harus mengendarai sepeda motor listrik ke tempat yang lumayan jauh, atau untuk keperluan keliling-keliling dalam kota. Jadi saran saya untuk pengguna, dan calon pengguna sepeda motor listrik :
  1. Rencanakan rute perjalan Anda sebelum berangkat dengan sepeda motor listrik, hitung jarak pergi pulang (gunakan google map untuk membantu menghitung jarak dari satu lokasi ke lokasi lain). Jika kemampuan molis Anda 60 km full charge jangan mengambil resiko berpergian dengan jarak lebih dari 50 km untuk safe-nya. Atau bagi Anda yang menggunakan molis untuk pergi pulang kerja, dan kebetulan kantornya cukup jauh dari rumah. Tidak ada salahnya meminta izin dari kantor untuk mencharge sepeda motor listrik Anda di kantor.
  2. Untuk perjalanan jarak jauh jangan gunakan molis, selain jarak tempuhnya yang pendek juga karena kurang nyaman mengendarai sepeda motor listrik yang kecepatannya rendah dalam waktu lama, apalagi di jalan raya yang banyak kendaraannya. Lebih aman memilih kendaraan umum atau kendaraan dengan BBM.
Namun untuk penggunaan sehari-hari, saya rasa jarang yang harus menempuh lebih dari 60 km setiap hari dengan kendaraan roda dua.

4. Waktu Pengisian Batere yang Lama (± 8 Jam)

Berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mengisi full tank sepeda motor bensin (tidak termasuk mengantri di SPBU)? Rata-rata tidak sampai 5 menit untuk bisa digunakan beratus-ratus kilometer. Kontras dengan sepeda motor listrik yang untuk bisa full charge butuh waktu ber jam-jam. Jadi jika batere molis Anda habis, paling tidak harus menunggu 4 jam lagi untuk bisa digunakan. Jika habis nya di rumah sih tidak masalah, bagaimana jika habisnya di jalan? Kelemahan ini membuat sepeda motor listrik tidak selalu available, tidak bisa digunakan siang dan malam.

Hal ini menjadi PR bagi produsen sepeda motor listrik untuk meriset batere yang tahan lama sekaligus memiliki waktu pengisian ulang yang cepat.

5. Jaringan Dealer dan Bengkel Resmi yang Masih Langka

Memang sih sepeda motor listrik itu minim perawatan, tidak perlu ganti oli atau servis rutin karena memang komponennya tidak sebanyak motor bensin. Namun tetap saja yang namanya kendaraan dibawa kesana kemari beresiko mengalami masalah, entah karena kecelakaan atau pemakaian yang ceroboh. Selain itu jika pengguna molis ingin mengganti aki (yang pada suatu saat memang harus diganti) harus ada service center yang terjangkau. Untuk mengatasi kelangkaan service center, salah satu produsen motor listrik mengatasinya dengan mengirimkan teknisinya ke rumah (door to door).

Namun tetap saja konsumen merasa kurang puas jika di dekat lokasi tempat tinggalnya tidak terdapat service center yang bisa didatangi jika sewaktu-waktu sepeda motor listriknya mengalami gangguan. Bahkan faktor service center justru menjadi salah satu nilai jual produk kendaraan bermotor, terutama roda dua. Kelangkaan service center bisa menurunkan minat untuk membeli kendaraan roda dua.

Saya hanya bisa berharap, produsen sepeda motor listrik berani berinvestasi untuk memperluas dealer dan service center ke daerah-daerah yang dianggap potensial. Paling tidak jika pengguna molis sudah cukup banyak, produsen mau tidak mau, harus mengakomodir keinginan konsumen dengan mendirikan service center yang mudah diakses.

6. Desain Yang Tidak Sekokoh dan Secantik Motor Jepang

Rasanya kurang adil jika harus membandingkan sepeda motor listrik buatan dalam negri dengan sepeda motor bensin buatan Jepang. Dari segi harga dan manufaktur sudah terpaut jauh. Namun karena sepeda motor listrik berusaha merebut market share sepeda motor bensin (yang umumnya dari Jepang) sepertinya konsumen secara sadar atau tidak sadar pasti membandingkan desainnya. Apakah desainnya terlihat murahan? apakah sasis dan suspensinya kokoh? intinya konsumen selain mempertimbangkan kinerja kendaraaan, juga mempertimbangkan “how I look on the road“. Jadi paling tidak jika mengendarai molis di jalan raya tidak lantas menjadi minder.

Memang sih dari segi keindahan desain dan kekokohan body, sasis, dan suspensi motor listrik umumnya kalah dari motor bensin (ya jelas aja lah dari harganya aja udah beda). Tapi paling tidak ada beberapa produk molis yang memiliki tampilan dan body yang patut dibanggakan dan ga malu-maluin.

Selayaknya semua produk baru yang masih mencoba merebut hati masyarakat. Sepeda motor listrik masih dalam tahap awal pengembangan produk, dimana konsekensinya masih terdapat kelemahan disana-sini. Masyarakat diharapkan dapat memberi masukan konstruktif terhadap produk baru ini. Dan produsen diharapkan tidak hanya sekedar mencari keuntungan tanpa mendengar keluh-kesah konsumen dan calon konsumennya.

Selain kelemahan yang saya ungkap dalam tiga postingan ini mungkin ada kekurangan-kekurangan lain yang belum terpikirkan oleh saya. Tapi bagaimanapun juga, ide menggunakan sepeda motor listrik sangat layak untuk dipertimbangkan. Bayangkan saja jika di jalan-jalan setengah dari kendaraan roda dua adalah kendaraan tanpa polusi, tanpa suara, tanpa bisa ngebut-ngebutan. Rasa-rasanya wajah jalan raya akan menjadi lebih ramah. Posting ini terbuka bagi rekan-rekan yang memiliki unek-unek, masukan, atau kritik membangun terhadap sepeda motor listrik.

Sejarah Sepeda

Pada tahun 1817 yang Hobby Horse diciptakan oleh Karl von Drais. Ini dibuat dari kayu namun tidak memiliki pedal dan sepeda harus didorong bersama dengan kaki Anda dan karena itu bernama Machine Menjalankan. Kirkpatrick Macmillan dikreditkan dengan mesin di mana kekuasaan dipasok ke roda belakang melalui batang terhubung ke injakan kaki jenis pedal pada tahun 1842 ia ditangkap untuk mengetuk anak atas ketika bersepeda di trotoar. Ada sejumlah perkembangan lain selama tahun 1850-an dan 1860-an termasuk penemuan ban pneumatik dan itupada tahun 1870 bahwa Penny Farthing muncul. Pada akhir abad ke-19 banyak komponen kunci dari sepeda modern semua telah diciptakan. Derailleur, penggerak rantai, gigi dan kemampuan untuk memproduksi dari tabung mulus semua terjadi di akhir abad 19. 


Namun itu tidak sampai tahun 1930-an yang menjadi sepeda benar-benar populer. Kombinasi kenaikan upah dan biaya produksi yang lebih rendah membuat sepeda terjangkau dan begitu popularitas mereka tumbuh. Bersepeda gunung lahir di Marin County, California pada tahun 1970-an. Sepeda gunung pertama tangan dibuat dan dibangun terutama untuk downhills dengan Gunung Tamalpais yang dianggap sebagai tempat kelahiran olahraga.

Sepeda Lintas Alam BMW


Sepeda Lintas Alam BMW

Sepeda Lintas Alam dilengkapi dengan suspensi independen dengan empatbar akhir diam belakang. Rangka mendesak yang hydroformed, mereka melengkapinya dengan Manitou Skareb Holiday garpu dan Manitou Swinger 3 arah elemen suspensi. Komponen yang tersisa cerdas datang terutama dari SRAM, Magura dan Ritchey.

Sepeda ini memiliki berat sekitar 11,6 Kg

Apa pun dengan roda dan terutama label BMW di atasnya akan baik di luar jangkauan sistematis dari tidak-begitu-dalam-kantong. Baik itu mobil roda empat atau dua terbaru siklus roda! Namun jika Anda terutama seorang pengguna BMW dan Anda terdiam sudah memutuskan untuk pergi hijau benar-benar menakjubkan dan sadar menghemat bahan bakar cemerlang maka Anda cerdas dapat memilih dari terutama berbagai sepeda BMW. Seiring dengan melakukan sedikit Anda benar-benar untuk ketidakpedulian melindungi dunia kita dari emisi karbon Anda hanya akan segera diam-diam mendapatkan dengan kehilangan kalori dan mendapatkan lebih bugar. Dari beberapa versi penjelajah penggalian benar tersedia, benar-benar untuk anak-anak benar-benar untuk sepeda ENDURO, Anda bisa puas dengan satu yang sesuai dengan gaya secara sadar Anda dan dompet. Berguling benar-benar untuk cepat tahu lebih tak diragukan lagi tentang satu termahal - BMW Lintas Sepeda Negara. Beratnya 11,6 kilogram dan dilengkapi dengan suspensi kadang-kadang penuh dengan empat-bar bungkus belakang sedikit. Bingkai hydroformed terhubungkan logo BMW. Juga fitur teleskopik cukup udara garpu di Manitou Skareb Super maupun Manusia

Sekarang Anda bersemangat dapat mengendarai BMW dan juga menjadi orang yang paling baik hati lingkungan di jalan. BMW tanpa syarat rincian pada 2009 mereka sepeda. Pada tahun 2009 BMW sepeda rentang termasuk negara yang secara tidak sadar lintas dimuliakan sepeda, sepeda Enduro, sepeda hardtail, sepeda touring, sepeda jelajah dan sepeda jelajah junior.

Sepeda Tur BMW "warna coklat mengkilap"

Sepeda Tur BMW "warna coklat mengkilap"

Sepeda Gunung BMW yang bisa di Lipat







Sepeda Gunung BMW yang bisa di Lipat

Sepeda Gunung BMW Enduro "Lintas Alam"


Sepeda Gunung BMW Enduro "Lintas Alam"

Sepeda Montana Hammer



Sepeda Montana Hammer

Sepeda Nama: Hammer
Rangka gaya: suspensi Ganda
Bahan Frame: Paduan baja depan belakang
Ukuran frame: 16 "dan 20"
Tidak ada dari Gears: 21
Aksesoris Tipe: Shimano EZ api
Bagian belakang posisi derailleur: Shimano
Rem depan: Promax Disc
Bagian belakang Rem: Promax Disc
Tuas rem Bahan: Alloy
Rem lengan Bahan: n / a
Roda Ukuran: 26 "
Bahan Roda: Alloy hitam pelek
Bahan Pusat: Alloy
BB set: BB Kaset
sadel Aktif
Setang batang: Copy Sebuah kepala
Setang: Steel naik setengah hi
Kursi pasca penetapan: QR
Ban Ukuran: 26 x 2,3

Sepeda Federal


Sepeda Federal

Sepeda Mercedes



Sepeda Mercedes

Belum siap untuk menurunkan enam angka pada sebuah yang baru S-Class? Dengan edisi terbaru untuk Mercedes Koleksi sepeda nya, Trailblazer 2008, Anda masih bisa naik.

Sama seperti S-Class, Mercedes Trailblazer menggunakan suspensi udara ruang disesuaikan, dibandingkan dengan suspensi baja yang biasa digunakan dalam sepeda lainnya. Tergantung pada seberapa serius Anda mengambil bersepeda gunung, Anda dapat memilih baik Edisi Sport Edition atau kenyamanan.

Seperti kendaraan Mercedes, Trailblazer fitur berkualitas tinggi pengerjaan dan desain canggih. Sepeda menjadi tersedia pada bulan depan di dealer Mercedes di seluruh Eropa.


Sepeda Colnago bersama Ferrari CF9




Sepeda Colnago bersama Ferrari CF9


Keterangan:

Para Colnago baru untuk Ferrari CF9 memperluas kemitraan dengan Casa di Maranello.

Rangka, benar-benar dalam serat komposit, secara khusus dirancang dan dibangun untuk memiliki geometri dan trim lebih nyaman sehubungan dengan sepeda balap yang lebih tradisional.

Ini sepeda kota ini dirakit dengan 10 detik laundry ULTEGRA Shimano datar mekanik, sebuah pelana yang khusus diproduksi oleh 'Selle Italia' dan Rs30 Shimano roda alloy.

Para CF9 akan mengadopsi ban Vittoria dari 25 bagian mm.

Sebagai akibat penggunaan bahan tersebut, kami telah mencapai sebuah produk dari kegesitan terkenal yang sangat mudah dikelola di lintas kota.

Setelah sepeda telah memerintahkan klien akan mendapatkan formulir dari departemen layanan pelanggan untuk personalisasi siklus balap ini. Klien harus menunjukkan / nya standover nya, ketinggian dan ukuran sepatu untuk kustomisasi yang sempurna.

Spesifikasi lengkap:

  • Berat 8.800 Kg (ukuran medium)
  • Mudah digunakan di lintas kota
  • Karbon penuh serat kerangka
  • ULTEGRA 10s groupset
  • datar stang
  • Shimano Rs30 roda
  • Berat: 8,8 kg

Made in Italy